Dokter sudah memvonisku bahwa umurku tak akan lama lagi. Hanya tinggal satu kali lagi kesempatan untuk memperpanjang usiaku, hanya satu kali operasi lagi. Berhasil atau gagal operasi itu urusan belakang, dokterpun tak berani menjamin kesuksesannya, hanya satu kalimat yang sering diucapkan sang dokter bahwa usia itu urusan Yang Maha Kuasa dan aku sudah berusaha untuk memperpanjang hidupku …
Muntah darah dan rasa sakit di badanku sudah terlalu sering menderaku. Bahkan kadang-kadang aku merasakan bahwa tak pernah ada hari tanpa rasa sakit. Hanya obat yang tiap hari aku minum tanpa putus yang bisa mengurangi rasa sakitnya…
Sering pikiranku melayang tentang kematian, tentang dimana aku setelah meninggal atau apa yang terjadi setelah aku meninggal nanti, tentang bagamana orang-orang yang aku tinggalkan…
Saat ini aku memang hanya sendiri, hanya teman dan sanak keluarga yang aku punya. Tapi bukan mereka yang aku pikirkan. Hanya ‘dia’ yang ada dipikiranku. Hanya ‘dia’ yang membuatku ingin hidup di dunia ini lebih lama lagi. Hanya ‘dia’ yang membuatku ingin sembuh. Memang ‘dia’ bukan milikku lagi, bukan milik seorang yang akan meninggal dunia seperti aku. Mungkin ‘dia’ sudah menjadi milik seseorang yang lebih pantas dan lebih baik daripada aku…
Walapun ‘dia’ bukan milikku lagi, tapi aku masih sangat mencintainya, aku juga sangat menyayanginya, aku juga sangat merindukannya. Memang aku masih berharap ‘dia’ kembali menjadi milikku, tapi apakah itu mungkin? Aku tak bisa menjawabnya, hanya Tuhan yang tahu akan hal itu. Dalam kondisi sesakit ini, mungkin kembali kepadaku juga bukan hal yang terbaik…
Saat ini aku tidak boleh egois, aku harus berpikir rasional. Aku memang harus merelakannya, merelakannya menjadi milik pria lain. Suatu hal yang paling sulit buatku. Lebih sulit dari pada menghadapi kematian yang sudah ada di depanku. Aku rela menuju kematian dan meninggalkan dunia ini, tapi mungkin aku tak rela melihat dia berdua bersama dengan yang lain. Apalagi kalau yang lain itu hanya seorang pria yang hanya ingin mempermainkannya…
Entah berapa banyak doa yang aku ucapkan untuk memohon panjangnya umurku, tapi itu bukan hal tersering yang aku ucapkan dan aku mohonkan . Dalam setiap kesempatan yang aku dapatkan untuk berdoa , aku lebih sering memohonkan kebahagiaan untuknya. Aku hanya ingin meninggalkan dunia ini setelah melihat dia bahagia walaupun itu sangat menyakitkan buatku…
Aku hanya ingin meninggalkan dunia ini dengan senyum tersungging di bibirku ketika mengetahui bahwa dia telah bahagia bersama yang lain, walaupun sebenarnya hati dan jiwaku menangis karenanya...
Aku hanya ingin meninggalkan dunia ini dengan senyum tersungging di bibirku ketika mengetahui bahwa dia telah bahagia bersama yang lain, walaupun sebenarnya hati dan jiwaku menangis karenanya...