Selasa, 22 Maret 2011

First Dating...


Aku sudah lupa tepatnya hari itu hari apa. Hari itu untuk pertama kalinya aku janji dengan ‘dia’ untuk jalan-jalan. Bukan jalan-jalan untuk makan malam atau nonton, tapi cuman jalan-jalan ke toko alat-alat elektronika. Aku mengajak ‘dia’ untuk membeli sesuatu yang aku butuhkan. Dengan sedikit berdandan aku mempersiapkan diri, aku bukan seorang yang suka berdandan dan aku suka penampilan yang alami walaupun itu harus berarti aku nampak jelek di mata orang. Aku gak peduli…

Bukan hanya penampilan yang sedikit aku persiapkan. Ada sebuah rencana yang ‘nakal’ yang aku persiapkan. Dengan mempelajari rute perjalanan yang akan aku tempuh, aku siapkan suatu rute dengan jarak tempuh terjauh yang bisa aku tempuh tanpa menimbulkan kecurigaan bagi. Menurut perkiraanku dia mungkin dia tidak akan curiga karna sebagai pendatang baru di kota ini dia tidak akan tahu jalan-jalan di kota ini…

Sesuai waktu yang disepakati bersama, akhirnya aku tiba di tempat tinggalnya dengan mengendarai motor kesayanganku. Dan kamipun berangkat menuju tempat yang akan kami tuju. Rencana ‘nakal’ itu pun aku jalankan. Perjalanan yang seharusnya bisa di tempuh dengan waktu kurang lebih cuman 30 menit menjadi sebuah perjalanan yang ditempuh dengan waktu kurang lebih selama 1 jam…

Selama perjalanan, jangan tanyakan betapa bahagianya diriku. Kebahagiaan itu mungkin melebihi kebahagiaan seorang anak kecil yang mendapatkan mainan baru. Berkali-kali aku melihat spion motorku, aku bisa melihat wajahnya, senyumnya dan tawanya. Aku sangat suka bibir dan senyumnya, membuatku membayangkan kapankah bibir dan senyum itu jadi milikku, aku ingin mencium bibir itu dengan mesra dan seolah tak akan pernah aku lepaskan lagi…



Your smile gives me so much happiness
Like a springing fountain in a garden
bringing achingly sweet softness and mist
Divine drops of shining sun caressing crimson,
violet, shell pink petals, giving the green leaves life
Each illumined liquid bead
a touch of joyous living
Each sparkling smile
the indelible touch of loving you


Kenapa harus sebuah rencana ‘nakal’? Karna aku ingin berlama-lama dengannya, karna aku tak ingin waktu bersamanya cepat berakhir…

Setelah tiba di tempat yang kami tuju, kamipun berjalan untuk mencari apa yang aku cari. Hilang semua konsentrasiku saat berjalan berdua bersamanya. Mataku tak pernah lepas dan tak pernah lelah memandangnya, dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kapankah dia menjadi milikku, hanya itu yang ada di pikiran dan di hatiku. Setelah selesai dengan apa yang aku cari, kami berhenti untuk mencari minum dan kemudian melanjutkan perjalanan untuk pulang. Setelah mengantar ‘dia’ pulang, aku merasa menyesal. Betapa bodohnya diriku karna tidak pernah menawari ‘dia’ untuk makan malam, bukankah hal itu bisa menambah dan memperlama waktuku bersamanya…

Akh.. betapa cepat waktu itu berjalan. Aku ingin jalan-jalan bersamanya lagi. Bukan sekedar jalan-jalan. Aku ingin selalu bersamanya dan memadu kasih bersamanya. Entah kapan hal itu terlaksana…



Jika ajal datang menjemputku
Aku ingin meminta maaf kepadamu
Atas semua yang aku lakukan padamu
Dan aku ingin berterima kasih
Atas semua yang kau lakukan buatku
Jika ada orang ingin meninggal disisi kekasihnya
Tapi aku tidak
Aku tidak ingin membuat dirimu sedih dan menangis
Aku hanya ingin melihatmu bahagia
Tak pernah ada sedikitpun niatan untuk meninggalkan dirimu
Aku akan selalu bersamamu, di hatimu dan di jiwamu
Aku akan selalu melindungi dan menjagamu
Nanti suatu saat kita pasti bertemu lagi di alam sana
Akan ada kebahagian abadi bagi kita berdua disana
Aku akan selalu menyayangi dan mencintaimu