Dear…
Aku sangat berterima kasih kepadamu. Aku tak tahu bagaimana cara membalas semua kebaikan dan keikhlasan yang telah kau berikan kepadaku. Sudah kau buat hidupku kembali ceria dan bergairah setelah setahun lebih aku hidup tanpa gairah dan keceriaan. Jujur, selama itu aku hanya bertahan hidup karenamu. Bahkan aku mau terus berobat dan memperpanjang usiaku hanya karena dirimu…
Setiap pagi aku selalu berharap bisa bertemu denganmu ditempat kita bekerja. Hanya itu yang membuatku bersemangat datang ke tempat kita bekerja. Tanpa kau sadari, walaupun waktu itu kita sudah jarang berbicara, aku masih sering memperhatikan dirimu dengan sembunyi-sembunyi. Aku juga sering lewat depan tempat tinggalmu. Sering sepulang bekerja aku mengikutimu pulang ke tempat tinggalmu. Maafkan kalau waktu itu aku mengikutimu secara sembunyi-sembunyi, hanya niatan untuk memperhatikan dirimu maka aku lakukan perbuatan itu…
Aku mengakui memang banyak wanita-wanita di sekitar hidupku. Bukannya aku sombong, tapi memang itu kenyataannya. Bahkan tak sedikit dari mereka yang memberikan sedikit perhatian lebih kepadaku. Tapi sedikitpun semua itu tak menggoyahkan atau mengubah rasa sayang dan cintaku padamu. Aku selalu tetap sangat menyayangi, mencintai dan merindukanmu, bukan yang lain. Dan aku tetap akan menjaga hal itu sampai aku tiada. Bahkan aku selalu menghindari bersetentuhan atau memegang wanita lain karna aku tak ingin menyakiti hatimu. Mungkin hal ini kau anggap berlebihan, tapi memang itulah yang aku lakukan. Sering kali kau katakan bahwa teman-teman wanitaku cantik dan menarik, tapi aku tak perduli dengan hal itu. Aku menyayangi dan mencintai wanita bukan karna kecantikan atau kekayaan mereka tapi hanya karna ketulusan hati. Karna ketulusan hatimulah aku jadi sangat mencintai, menyayangi dan merindukanmu. Aku tak pernah menemukan ketulusan hati seperti milikmu pada diri mereka…
Aku bukanlah siapa-siapa di dunia ini. Aku juga bukanlah pria tertampan yang pernah kau lihat atau kau temui, Aku juga bukanlah pria terbaik yang pernah kau kenal, Aku juga bukanlah pria berbadan atletis seperti yang kau idamkan. Aku adalah aku. Aku hanya seorang pria yang hanya bisa memberi semua jiwa dan hati yang berisi cinta, sayang dan rindu yang kumiliki hanya untukmu…
Sejak kita bersama lagi akhir-akhir ini, sebuah rasa takut yang begitu besar menghantui diriku. Bukan karna aku takut hantu atau setan atau sejenisnya, aku hanya takut besok pagi aku tak akan pernah bangun lagi dari tidurku dan aku tak akan pernah lagi bertemu denganmu lagi. Aku tak mau berpisah denganmu. Aku tak mau meninggalkan dirimu. Aku mau berada di sisimu selamanya…
Kalau memang hal itu terjadi dan kalau memang aku tak akan pernah bertemu denganmu lagi, aku berharap janganlah kau bersedih atau atau menangisi kepergianku. Aku tak pernah mau melihat dirimu sedih dan menangis. Anggap saja diriku bukan siapa-siapa dan anggaplah aku orang terjahat yang pernah menyakiti diri dan hatimu…
Walaupun nantinya kita berpisah, aku akan selalu menjaga dan melindungimu dari alam sana dan aku akan selalu berharap kita akan bertemu di alam sana. Disanalah kebahagiaan dan kebersamaan kita akan abadi selamanya. Aku juga berharap semoga kebahagiaan akan selalu bersamamu...
Dari
Aku yang selalu mencintai, menyayangi dan merindukanmu…
NB.
Aku tak tahu berapa lama aku bisa bertahan hidup
Tapi aku akan selalu berusaha untuk bidup buatmu
Maafkan aku yang pernah menyakiti hati dan dirimu…