There was a man, a lonely man,
Who lost his love through his indifference
A heart that cared, that went unchecked,
Until it died within his silence
And Solitaire's the only game in town
And every road that takes him, takes him down
And by himself, it's easy to pretend
He'll never love again
Who lost his love through his indifference
A heart that cared, that went unchecked,
Until it died within his silence
And Solitaire's the only game in town
And every road that takes him, takes him down
And by himself, it's easy to pretend
He'll never love again
And keeping to himself he plays the game
Without her love it always ends the same
While life goes on around him everywhere
He's playing Solitaire
A little hope goes up in smoke
Just how it goes, goes without saying
There was a man, a lonely man
Who would command the hand he's playing
And Solitaire's the only game in town
And every road that takes him, takes him down
And by himself, it's easy to pretend
He'll never love again
And keeping to himself he plays the game
Without her love it always ends the same
While life goes on around him everywhere
He's playing Solitaire
A little hope goes up in smoke
Just how it goes, goes without saying
Solitaire judul lagu ini. Seingatku pertama kali aku kenal lagu ini, lagu ini dinyanyikan oleh The Carpenters. Kemudian lagu ini di daur ulang oleh Westlife. Aku sangat menyukai lagu ini, lagu ini seolah-olah menceritakan sesuatu hal yang sama dengan nasibku. Lagu yang dinyanyikan oleh Westlife inilah yang menemaniku sepanjang jalan yang aku lalui dalam touringku kali ini. Entah ini touring yang ke berapa kalinya aku lakukan seorang diri bersama dengan motor kesayanganku…
Tujuan touringku kali ini adalah sebuah pantai yang terletak di daerah Malang selatan, sebuah pantai yang terkenal dengan Pulau Sempu-nya. Di tengah perjalanku, tiba-tiba rencanaku berubah, bukan lagi ke daerah Malang selatan tetapi ke suatu pantai yang terletak di Pasirian Lumajang. Bukan tanpa alasan aku merubah rencanaku, tapi karna ‘dia’ sedang berada di sana dan aku ingin menemuinya. Sepanjang perjalananku beberapa rencana sudah aku siapkan seandainya aku benar-benar bertemu dengannya…
Ketika aku tiba di suatu daerah, aku benar-benar kehilangan arah. Aku tersesat. Aku berusaha untuk bertanya kepada beberapa orang yang kutemui, tapi jawaban mereka tambah membuatku bingung. Akhirnya aku beranikan diri untuk mengirimkan sebuah short message kepada 'dia', tapi short message itu tak terbalaskan. Akhirnya aku putuskan untuk menelepon ‘dia’, tapi handphonenya tidak aktif, mungkin ‘dia’ sedang sibuk, itu pemikiranku tentang ‘dia’ saat itu. Akhirnya dengan susah payah dan tersesat, aku tiba di tempat itu…
Sebuah tempat yang indah dengan pantai dan ombaknya yang sangat menggodaku untuk memutuskan tetap tinggal di tempat itu selama touringku. Setelah menemukan sebuah tempat yang cocok untuk beristirahat, akupun memberhentikan motorku. Dan dengan beralaskan selembar kertas koran, aku mulai duduk sambil menyulut sebatang rokok...
Aku benar-benar menikmati istirahat itu, sambil menikmati rokokku, mataku mulai menjelajah pemandangan di sekitar daerah ini. Benar-benar daerah yang cocok untuk refreshing. Tiba-tiba mataku tertuju pada sepasang remaja yang sedang memadu kasih, mesra sekali tampaknya dan mereka seolah tak perduli dengan lingkungan di sekitar mereka. Pikiranku pun melayang tentang ‘dia’, andaikata aku bisa seperti mereka, andaikata aku bisa berdua dan memeluk ‘dia’ dengan mesranya sama seperti yang mereka lakukan, alangkah bahagianya diriku…
Sayang rencana tak selalu berhasil dan bencana itu datanglah. Seolah alam tak mau bersahabat denganku. Hujan deras dan petir yang mendentum diatas langit dan angin yang bertiup demikian kencangnya, membuyarkan semua rencanaku. Gagal semua acara yang telah kususun dengan rapi. Seolah-olah sia-sia aku datang ke tempat ini…
Malam mulai datang, hujan tetap mengguyur bumi dengan derasnya. Benar-benar gagal sudah rencanaku. Daripada datang kesini tanpa ada arti, aku mengirimkan sebuah short message kepada ‘dia’. Dengan tak sabar aku menunggu balasan. Dan akhirnya balasan itu tiba juga. Akhirnya kami ngobrol dan chating sampai tengah malam. Akhirnya aku merasa ada sedikit hilangnya rasa sia-sia datang ke tempat ini…
Waktu berlalu begitu cepatnya. Tak terasa obrolan kami berakhir. Suatu obrolan yang sudah lama tak pernah aku lakukan. Sayangnya aku melupakan tujuanku datang ke tempat ini dan aku juga melupakan hal penting yang ingin kusampaikan kepadanya, mungkin karna aku begitu menikmati obrolan kami…
Sebenarnya tujuanku datang ketempat ini hanya ingin menemuinya untuk menyampaikan bahwa betapa sepi dan tersiksanya hidupku dan diriku tanpa dirinya di sampingku, betapa hampanya hati ini tanpa tawa dan candanya, betapa rindunya diriku terhadap dirinya, betapa rindunya diriku akan pelukan dan ciuman mesranya, betapa setiap malam aku selalu berharap untuk bisa bermimpi tentang dirinya, betapa setiap malam aku selalu menangis menahan rinduku padanya, betapa aku masih sangat mencintai dan menyayanginya…
NB : Girl, I always love and miss you very much… forever and forever...