Aku adalah aku
Dengan ragaku
Dengan hidupku
Dengan segala kelebihanku
Dengan segala kekuranganku
Aku adalah aku
Aku bukan jutawan
Aku bukan olahragawan
Aku bukan pejabat
Aku bukan seniman
Aku adalah aku
Aku tak memiliki tubuh atletis
Aku tak memiliki six packs
Aku tak mampu membuatmu terkesima
Aku tak mampu membuatmu terlena
Aku adalah aku
Aku tak mampu menjadi idola
Aku tak mampu menjadi impian
Aku tak mampu menjadi angan-angan
Aku tak mampu menjadi orang lain
Aku tak mampu menjadi seperti pacar virtualmu
Aku adalah aku
Aku manusia biasa
Aku punya hati
Aku punya cemburu
Saat kau lupakan aku
Saat tak kau hiraukan aku
Saat kau terkesima dan terpana
Memandang seseorang yang menyerupai pacar virtualmu
Aku adalah aku
Aku manusia biasa
Aku punya hati
Aku punya marah
Saat kau lupakan janjimu
Saat kau bohongi aku
Ketika kau terlena
Berbicara dengan seseorang yang menyerupai pacar virtualmu
Aku
Dengan jiwaku
Dengan hatiku
Dengan cintaku
Dengan sayangku
Aku mencintaimu, menyayangimu dan merindukanmu
Aku adalah aku
Aku bukanlah pacar virtualmu...
Aku adalah aku
Aku tak pernah bisa menjadi pacar virtualmu...
Thanks for istilah "pacar virtual"
Manusia boleh memiliki khayalan dan angan-angan
Tapi haruskah kita terobsesi karenanya?
Tapi haruskah kita hidup dalam khayalan dan angan-angan selamanya?
Tapi haruskah khayalan dan angan-angan mengalahkan realita selamanya?
Kadang terbersit sebuah pertanyaan di pikiranku saat berdua bersamamu
Kau anggap siapakah diriku saat itu?
Diriku sebagai aku ataukah diriku sebagai pacar virtualmu?...
Manusia boleh memiliki khayalan dan angan-angan
Tapi haruskah kita terobsesi karenanya?
Tapi haruskah kita hidup dalam khayalan dan angan-angan selamanya?
Tapi haruskah khayalan dan angan-angan mengalahkan realita selamanya?
Kadang terbersit sebuah pertanyaan di pikiranku saat berdua bersamamu
Kau anggap siapakah diriku saat itu?
Diriku sebagai aku ataukah diriku sebagai pacar virtualmu?...